Skip to main content

SC Astronomi


Arsip Instagram 3 Juni 2018

Berawal dari penasaran. Apa itu astro? Tidak ada niat apapun saat itu selain untuk menggali ilmu. Astronomi adalah ilmu yg unik, karena membahas sesuatu yg jauh dan ruang yg jauh lebih luas dari dunia yg kita pijak. Di dalamnya terdapat benda2 aneh, seperti pulsar dan lubang hitam. Dari sana saya tertarik dengan astronomi. Namun kisah ini tidaklah mulus. Berawal dari coba-coba, kemudian suka, benci, hingga mencintainya.

Kemudian dengan bujukan. Pertanyaannya bukan lagi apa itu koordinator, tetapi kenapa saya? Tapi mungkin itu sudah 'kutukan' atau takdir terbaik. Namun pd akhirnya, salah satu hal terbaik yg saya alami di Smansa ialah menjadi kordi. Senang rasanya menjadi kordi. Bertemu orang2 yg hebat (dan yg freak), saling bertukar ilmu, melatih manajemen, berkomunikasi, dan bekerja sama. Bahkan kalo ditanya apa yg paling berkesan di masa SMA, mungkin jawabannya memimpin orang2 cerdas dan mengatur salah satu ekskul terbesar di Smansa.

Banyak yg didapat dari olim dan menjadi kordi. Ini bukan hanya soal bulan dan bintang ganda, namun juga soal berorganisasi, menjalin hubungan dan berkolaborasi dgn orang, berpikir kritis dan menerima takdir. Persis seperti di CV masuk SC. Lama-kelamaan SC sudah menjadi bagian dari hidup saya.

Tapi yg masih saya tidak percaya ialah semua ini berakhir. Canda tawa tiap Jumat. Lomba bareng. Diusir tiap pertemuan. Ngurus dispen. Ngajar di kelas. Bahkan ilmu astronomi pun terpaksa ditinggalkan, digantikan ilmu lain yg lebih mendesak. Ya, semua telah berakhir. Ajang olimpiade yg saya tekuni sejak 6 thn lalu berakhir sekarang.

Lantas setelah itu apa? Kontribusi. Karena seperti kata Kak Rio, "yg terpenting itu bukan medali yg kamu raih, tapi apa yg kamu lakukan dgn medali tersebut. Apa yg kamu berikan kepada masyarakat dgn ilmu yg kamu punya."

Terima kasih Kak Rai, Kak Jala, Bang Randy, Bang Aldi, Bang Agus, dan Bang Hafied yg udh memberikan ilmu yg luar biasa mengenai alam semesta ini. Terima kasih Bang Raka, Bang Harits, Tia, Bang Ocid, dan Rohis 39 yg udh 'membujuk' saya buat jadi kordi astro. Terima kasih Andi yg udh bersama memimpin seperti "dua ular dalam satu lubang". Terima kasih Stargazer 39, 40, 41 serta inti SC yg sudah mewarnai kehidupan saya dua tahun di Smansa, mulai dari ngereceh, jalan-jalan, malam mingguan (?).

Maaf belum bisa melakukan dan memberikan yg terbaik, baik sbg kordi, anggota SC, maupun siswa Smansa. Semangat Stargazer 41 dan 42 dalam mengikuti perjalanan dan prestasi kakak2 kalian!

"Ours is a journey that spans generations where one story ends, another begins"
~Civ 6 trailer

Foto diambil dari beragam sumber

Comments

Popular posts from this blog

Bintang Neutron di Nidavellir (Avengers: Infinity War)

Arsip Instagram 19 Mei 2018 Sumber marvel-cinematic-universe-guide.fandom.com Sudah nonton Avengers: Infinity War? Masih ingat adegan di atas? Ya itu adalah adegan ketika Thor mendapat Stormbreaker, palu barunya, di Nidavellir. Nidavellir sendiri merupakan sebuah kota yg penduduknya bekerja sebagai pandai besi. Penduduknya disebut Kurcaci (Dwarf). Ada satu hal yg menarik mengenai Nidavellir, yaitu sumber energi untuk melelehkan besi-besi tersebut: sebuah bintang neutron. Bintang neutron (atau neutron star) sendiri adalah jasad bintang yg mati melalui proses supernova. Ketika bintang kehabisan bahan bakar, pembangkit energi (fusi nuklir) dalam bintang berhenti. Saat tidak ada lagi energi yg menahan bintang, gravitasi menguasai dan meruntuhkan bintang. Saking besarnya gravitasi, elektron dan proton pd bintang bersatu dan membentuk neutron. Sebab itu disebut bintang neutron. Pd keadaan ini, gravitasi ditahan oleh 'tekanan neutron terdegenerasi'. Namun bukan berarti fus...

Jalan-jalan di Bandung

Arsip Instagram 25-28 Desember 2017 Trotoar Trotoar bukan cuman tempat buat jalan, tapi bisa jadi tempat nongkrong yang asik!! Banyak yang mengira bahwa trotoar itu cuman buat tempat jalan pedestrian (= pejalan kaki). Titik. Gak lebih. Tidak boleh ada apapun di atas trotoar, baik kendaraan, dagangan, bahkan pohon pun tidak boleh. Nah itulah yang membuat orang malas berjalan kaki. Daripada jalan kaki capek, bosen mendingan naik motor trus langsung gas. Padahal jika trotoar ditata dengan rapih, ternyata asik loh jalan di trotoar! Hal inilah yang saya rasakan di Bandung. Trotoarnya lebar-lebar, sekitar 4 meter. Walaupun begitu, kita harus berbagi dengan pohon-pohon. Tapi it's okelah, toh trotoarnya lebar. Lagipula pohon di sini telah ditata menjadi sejajar (segaris) dengan pohon lainnya, jadi kita gak perlu geser kanan kiri ketika berjalan. Pohon juga merindangkan dan menyejukkan udara. Foto di atas juga mematahkan asumsi bahwa trotoar hanya untuk berjalan saja. Di Kota...

Review Kota 3 - Depok, Kota Prematur (spesial HUT ke-20)

Arsip Instagram 10-13 Mei 2019 (Spesial HUT Depok ke-20 tahun) Sejarah dan Penataan Kota Kota Depok memiliki sejarah yg berbeda dari kota seperti Bogor, Cirebon, atau Malang yg sudah ada sejak zaman kerajaan. Walaupun sudah terbentuk sejak Cornelis Chastelein, kota ini baru berkembang setelah kemerdekaan. Alhasil Depok berkembang secara liar tanpa bimbingan pemerintah serta perencana kota yg baik. Awalnya pemerintah sudah bagus dengan membuat perumahan (Depok I dan II), diikuti pengembang swasta. Namun setelah itu pemerintah seolah lepas tangan dan membiarkan masyarakat mengembangkan sendiri. Masyarakat yg tidak tau apa-apa akhirnya membangun pemukiman sekehendaknya di jalan-jalan yg sudah ada, jalan desa yg kecil. Pertumbuhan penduduk terus terjadi di tengah arus urbanisasi. Akibatnya terbentuklah kota yg berantakan. Seiring berjalan waktu, jalan desa tersebut tidak memadai untuk sebuah kota. Tapi apa daya, pelebaran dan pembuatan jalan baru sudah tidak memungkinkan karena akan...