Skip to main content

Study Tour Semarang - Bromo - Malang


Arsip Instagram 26-28 April 2017

Lawang Sewu

Lawang Sewu pada senja hari

Dulu merupakan kantor perusahaan kereta api, mulai dari Belanda, Jepang, hingga PT. KAI, sekarang menjadi tempat wisata (+uji nyali) bernama "Pintu Seribu". Gak tau apa esensinya​ buat jendela (yg sering dianggap pintu) sebanyak itu, mungkin biar gak gerah, mengingat orang Belanda yg biasa dingin dan gak tahan dengan Semarang yang panas (kata teman saya Faadhil, Semarang berada di bawah permukaan laut, jadi panas). [Sumber: buku wisata]

📍Lawang Sewu, Semarang

Sam Poo Kong, bukti akulturasi dan toleransi Nusantara

Sam Poo Kong merupakan gua batu tempat persinggahan Laksamana Cheng Ho (Zheng He) saat pertama kali berkunjung ke Jawa. Walaupun namanya berbau Tionghoa dan memang berasal dari Tiongkok, dia merupakan seorang muslim. Bahkan ayahnya seorang Haji, dan ia bernama kecil Ma He (Bhs Tionghoa = Muhammad). Sekarang gua batu tersebut menjadi sebuah klenteng, dan di dalamnya terdapat patung Cheng Ho berlapis emas. [Sumber: Wikipedia, internet, buku wisata]

📍Klenteng Sam Poo Kong, Semarang

Selain Lawang Sewu dan Sam Poo Kong, penulis juga mengunjungi Universitas Diponegoro, Gunung Bromo, Museum Angkut, Batu Secret Zoo, dan Perkebunan apel Batu. Simak ulasan mengenai Kota Batu di Review Kota 1 - Batu, Kota Wisata yang Tertutup (ke)Malang(an)

Comments

Popular posts from this blog

Bintang Neutron di Nidavellir (Avengers: Infinity War)

Arsip Instagram 19 Mei 2018 Sumber marvel-cinematic-universe-guide.fandom.com Sudah nonton Avengers: Infinity War? Masih ingat adegan di atas? Ya itu adalah adegan ketika Thor mendapat Stormbreaker, palu barunya, di Nidavellir. Nidavellir sendiri merupakan sebuah kota yg penduduknya bekerja sebagai pandai besi. Penduduknya disebut Kurcaci (Dwarf). Ada satu hal yg menarik mengenai Nidavellir, yaitu sumber energi untuk melelehkan besi-besi tersebut: sebuah bintang neutron. Bintang neutron (atau neutron star) sendiri adalah jasad bintang yg mati melalui proses supernova. Ketika bintang kehabisan bahan bakar, pembangkit energi (fusi nuklir) dalam bintang berhenti. Saat tidak ada lagi energi yg menahan bintang, gravitasi menguasai dan meruntuhkan bintang. Saking besarnya gravitasi, elektron dan proton pd bintang bersatu dan membentuk neutron. Sebab itu disebut bintang neutron. Pd keadaan ini, gravitasi ditahan oleh 'tekanan neutron terdegenerasi'. Namun bukan berarti fus...

Jalan-jalan di Bandung

Arsip Instagram 25-28 Desember 2017 Trotoar Trotoar bukan cuman tempat buat jalan, tapi bisa jadi tempat nongkrong yang asik!! Banyak yang mengira bahwa trotoar itu cuman buat tempat jalan pedestrian (= pejalan kaki). Titik. Gak lebih. Tidak boleh ada apapun di atas trotoar, baik kendaraan, dagangan, bahkan pohon pun tidak boleh. Nah itulah yang membuat orang malas berjalan kaki. Daripada jalan kaki capek, bosen mendingan naik motor trus langsung gas. Padahal jika trotoar ditata dengan rapih, ternyata asik loh jalan di trotoar! Hal inilah yang saya rasakan di Bandung. Trotoarnya lebar-lebar, sekitar 4 meter. Walaupun begitu, kita harus berbagi dengan pohon-pohon. Tapi it's okelah, toh trotoarnya lebar. Lagipula pohon di sini telah ditata menjadi sejajar (segaris) dengan pohon lainnya, jadi kita gak perlu geser kanan kiri ketika berjalan. Pohon juga merindangkan dan menyejukkan udara. Foto di atas juga mematahkan asumsi bahwa trotoar hanya untuk berjalan saja. Di Kota...

Review Kota 3 - Depok, Kota Prematur (spesial HUT ke-20)

Arsip Instagram 10-13 Mei 2019 (Spesial HUT Depok ke-20 tahun) Sejarah dan Penataan Kota Kota Depok memiliki sejarah yg berbeda dari kota seperti Bogor, Cirebon, atau Malang yg sudah ada sejak zaman kerajaan. Walaupun sudah terbentuk sejak Cornelis Chastelein, kota ini baru berkembang setelah kemerdekaan. Alhasil Depok berkembang secara liar tanpa bimbingan pemerintah serta perencana kota yg baik. Awalnya pemerintah sudah bagus dengan membuat perumahan (Depok I dan II), diikuti pengembang swasta. Namun setelah itu pemerintah seolah lepas tangan dan membiarkan masyarakat mengembangkan sendiri. Masyarakat yg tidak tau apa-apa akhirnya membangun pemukiman sekehendaknya di jalan-jalan yg sudah ada, jalan desa yg kecil. Pertumbuhan penduduk terus terjadi di tengah arus urbanisasi. Akibatnya terbentuklah kota yg berantakan. Seiring berjalan waktu, jalan desa tersebut tidak memadai untuk sebuah kota. Tapi apa daya, pelebaran dan pembuatan jalan baru sudah tidak memungkinkan karena akan...