Skip to main content

Pengenalan Transportasi Umum (Pra-post KJ 9)


Arsip Instagram 19 April 2019

(Sebelum masuk ke Keliling Jakarta eps 9, sepertinya ada yg harus diterangkan dulu).

Saat MRT dibuka bbrp minggu lalu, mungkin muncul beragam pertanyaan. Apa itu MRT? Bedanya sama KRL apa? Trus LRT itu apa lagi? Yuk kita lihat transportasi umum di negara maju.

Boston Trolleybus (Wikipedia) 
Amsterdam Ferry (Wikipedia)

Secara umum, transportasi umum dibagi tiga: berbasis jalan, yaitu bus, angkot (bus kecil/mikro), dan trolleybus (bus listrik yg memakai kabel listrik atas, LAA); berbasis air, yaitu kapal feri (ferry/waterbus) contohnya di kota Amsterdam dan London; dan berbasis rel
Transportasi rel dibagi dua, heavy rail dan light rail (kereta ringan). Heavy rail melayani rute yg 'gemuk' (ramai) dan mengangkut lebih banyak org drpd light rail. Jenisnya ada kereta komuter dan MRT/subway. Sdgkan LRT dan trem termasuk light rail. Selain itu, terdpt kereta bandara dan monorel, yg bisa digunakan sbg heavy maupun light rail. Dulu Jakarta mau buat monorel loh! Sayangnya batal dan sekarang kita hanya bisa lihat 'peninggalan' tiang2nya.

Di antara beragam transportasi tersebut, ada yg digolongkan sbg Rapid Transit (RT; angkutan cepat). Transportasi ini menembus kemacetan kota, dan tentunya lebih cepat dari bus patas (cepat terbatas). Berikut jenis2 RT

Kerata komuter, atau di Jakarta dikenal sbg Commuter Line, adalah RT yg menghubungkan antarkota yg berdekatan. Kereta komuter biasa digunakan para 'komuter' yg bekerja di kota besar dan tinggal di kota sekitarnya.

New York City Subway, salah satu sistem subway terbesar di dunia (Wikipedia) 
London Underground, subway/MRT pertama di dunia (Wikipedia)

Lalu ada MRT (Mass Rapid Transit) yg baru dibuka di Jakarta. MRT adalah kereta dgn kapasitas penumpang yg besar (mass = masal) dan melayani trayek di dalam kota. MRT sendiri punya beragam sebutan. Subway adalah sebutan MRT di New York, Metro di Paris dan Amsterdam, Underground dan Overground di London, U-Bahn di Berlin, dan MRT di Bangkok, KL, dan Singapura. Dan Jakarta memilih... MRT dgn kepanjangan Moda Raya Terpadu (like, be serious guys). Jadi nyebutnya em-er-te ya, bukan em-ar-ti.

Kuala Lumpur LRT (Wikipedia) 
Melbourne Tram (Wikipedia) 

Selanjutnya ada LRT (Light Rail/Rapid Transit). LRT memiliki kapasitas lebih kecil dan rute yg lebih 'sepi' dibanding MRT. LRT merupakan pengembangan dari trem. Jika trem dpt berada di jalan dan bercampur dgn lalu lintas, LRT memiliki jalur khusus dan sdh terpisah sepenuhnya dari lalin. Bisa dibilang LRT adalah perpaduan antara trem dan MRT. Sebelum dibuka di Jakarta, LRT sudah ada di Palembang. Di Jakarta LRT ada dua: LRT Jakarta dan LRT Jabodebek.

Guangzhou BRT, satu dari tiga (yg lain Bogota dan Curitiba) sistem BRT terbaik di dunia (Pinterest) 

Ada yg pernah dengar BRT (Bus Rapid Transit)? BRT adalah bus yg dimodifikasi sistemnya sehingga bisa berjalan cepat dan berkapasitas besar seperti MRT. BRT terpanjang di dunia ada di Jakarta loh. Yaitu Transjakarta. Banyak hal menarik mengenai BRT, jadi saya akan buat post khusus untuk BRT.

Sekarang udah tau kan transportasi umum di kota maju? Yuk naik transportasi umum untuk mengurangi kemacetan dan polusi udara! Tunggu penjelasan khusus MRT Jakarta di Keliling Jakarta eps 9, Subway Pertama di Indonesia!

Comments

Popular posts from this blog

Bintang Neutron di Nidavellir (Avengers: Infinity War)

Arsip Instagram 19 Mei 2018 Sumber marvel-cinematic-universe-guide.fandom.com Sudah nonton Avengers: Infinity War? Masih ingat adegan di atas? Ya itu adalah adegan ketika Thor mendapat Stormbreaker, palu barunya, di Nidavellir. Nidavellir sendiri merupakan sebuah kota yg penduduknya bekerja sebagai pandai besi. Penduduknya disebut Kurcaci (Dwarf). Ada satu hal yg menarik mengenai Nidavellir, yaitu sumber energi untuk melelehkan besi-besi tersebut: sebuah bintang neutron. Bintang neutron (atau neutron star) sendiri adalah jasad bintang yg mati melalui proses supernova. Ketika bintang kehabisan bahan bakar, pembangkit energi (fusi nuklir) dalam bintang berhenti. Saat tidak ada lagi energi yg menahan bintang, gravitasi menguasai dan meruntuhkan bintang. Saking besarnya gravitasi, elektron dan proton pd bintang bersatu dan membentuk neutron. Sebab itu disebut bintang neutron. Pd keadaan ini, gravitasi ditahan oleh 'tekanan neutron terdegenerasi'. Namun bukan berarti fus...

Jalan-jalan di Bandung

Arsip Instagram 25-28 Desember 2017 Trotoar Trotoar bukan cuman tempat buat jalan, tapi bisa jadi tempat nongkrong yang asik!! Banyak yang mengira bahwa trotoar itu cuman buat tempat jalan pedestrian (= pejalan kaki). Titik. Gak lebih. Tidak boleh ada apapun di atas trotoar, baik kendaraan, dagangan, bahkan pohon pun tidak boleh. Nah itulah yang membuat orang malas berjalan kaki. Daripada jalan kaki capek, bosen mendingan naik motor trus langsung gas. Padahal jika trotoar ditata dengan rapih, ternyata asik loh jalan di trotoar! Hal inilah yang saya rasakan di Bandung. Trotoarnya lebar-lebar, sekitar 4 meter. Walaupun begitu, kita harus berbagi dengan pohon-pohon. Tapi it's okelah, toh trotoarnya lebar. Lagipula pohon di sini telah ditata menjadi sejajar (segaris) dengan pohon lainnya, jadi kita gak perlu geser kanan kiri ketika berjalan. Pohon juga merindangkan dan menyejukkan udara. Foto di atas juga mematahkan asumsi bahwa trotoar hanya untuk berjalan saja. Di Kota...

Review Kota 3 - Depok, Kota Prematur (spesial HUT ke-20)

Arsip Instagram 10-13 Mei 2019 (Spesial HUT Depok ke-20 tahun) Sejarah dan Penataan Kota Kota Depok memiliki sejarah yg berbeda dari kota seperti Bogor, Cirebon, atau Malang yg sudah ada sejak zaman kerajaan. Walaupun sudah terbentuk sejak Cornelis Chastelein, kota ini baru berkembang setelah kemerdekaan. Alhasil Depok berkembang secara liar tanpa bimbingan pemerintah serta perencana kota yg baik. Awalnya pemerintah sudah bagus dengan membuat perumahan (Depok I dan II), diikuti pengembang swasta. Namun setelah itu pemerintah seolah lepas tangan dan membiarkan masyarakat mengembangkan sendiri. Masyarakat yg tidak tau apa-apa akhirnya membangun pemukiman sekehendaknya di jalan-jalan yg sudah ada, jalan desa yg kecil. Pertumbuhan penduduk terus terjadi di tengah arus urbanisasi. Akibatnya terbentuklah kota yg berantakan. Seiring berjalan waktu, jalan desa tersebut tidak memadai untuk sebuah kota. Tapi apa daya, pelebaran dan pembuatan jalan baru sudah tidak memungkinkan karena akan...