Skip to main content

Pameran Jak Lingko


Arsip Instagram 10 Desember 2018

Ada yg pernah mendengar Jak Lingko? Bukan, bukan wingko Jakarta. Kalau Transjakarta, MRT mungkin sudah sering dengar. Atau yg sering baca koran mungkin sudah tau BPTJ. Tapi apa itu Jak Lingko?

Jak Lingko adalah sistem yang mengintegrasikan seluruh transportasi umum di Jakarta. Kalau kalian tau Ok Otrip, Jak Lingko adalah kelanjutannya. Saat ini setiap transportasi di Jakarta terpecah-pecah, mulai dari Transjakarta, Kopaja, Metromini, hingga angkot, dan tahun depan MRT dan LRT. Dengan adanya Jak Lingko, semua jenis transportasi ini disatukan di dalam sistem yang satu manajemen, satu operasional, dan terintegrasi tarifnya. Sistem ini mirip dengan MTA nya New York dan Transport for London nya London. Kabarnya kalau pake kartu Jak Lingko, naik angkot gratis lho!

Beberapa bulan lalu, Jak Lingko mengadakan sayembara logo. Logo yg dipakai di foto di atas merupakan karya pemenang sayembara, yg uniknya berasal dari Surabaya, bukan Jakarta. Hari ini saya berkesempatan untuk mengunjungi pameran Jak Lingko di Jakarta Creative Hub, Karet. Di sana ditampilkan 10 besar sayembara logo Jak Lingko. Ada juga sharing session bersama juri sayembara, pemenang, serta perwakilan Transjakarta, Dishub dan Diskominfo DKI Jakarta. Jujur awalnya agak kecewa dgn logonya. Tapi sekarang jadi tau apa saja makna dan cerita dibalik logo tersebut!

Pameran dibuka sejak hari ini hingga esok hari. Jadi bagi yg penasaran, bisa tuh mampir ke sana. Siapa tau habis TO ada yg jenuh!

Comments

Popular posts from this blog

Bintang Neutron di Nidavellir (Avengers: Infinity War)

Arsip Instagram 19 Mei 2018 Sumber marvel-cinematic-universe-guide.fandom.com Sudah nonton Avengers: Infinity War? Masih ingat adegan di atas? Ya itu adalah adegan ketika Thor mendapat Stormbreaker, palu barunya, di Nidavellir. Nidavellir sendiri merupakan sebuah kota yg penduduknya bekerja sebagai pandai besi. Penduduknya disebut Kurcaci (Dwarf). Ada satu hal yg menarik mengenai Nidavellir, yaitu sumber energi untuk melelehkan besi-besi tersebut: sebuah bintang neutron. Bintang neutron (atau neutron star) sendiri adalah jasad bintang yg mati melalui proses supernova. Ketika bintang kehabisan bahan bakar, pembangkit energi (fusi nuklir) dalam bintang berhenti. Saat tidak ada lagi energi yg menahan bintang, gravitasi menguasai dan meruntuhkan bintang. Saking besarnya gravitasi, elektron dan proton pd bintang bersatu dan membentuk neutron. Sebab itu disebut bintang neutron. Pd keadaan ini, gravitasi ditahan oleh 'tekanan neutron terdegenerasi'. Namun bukan berarti fus...

Jalan-jalan di Bandung

Arsip Instagram 25-28 Desember 2017 Trotoar Trotoar bukan cuman tempat buat jalan, tapi bisa jadi tempat nongkrong yang asik!! Banyak yang mengira bahwa trotoar itu cuman buat tempat jalan pedestrian (= pejalan kaki). Titik. Gak lebih. Tidak boleh ada apapun di atas trotoar, baik kendaraan, dagangan, bahkan pohon pun tidak boleh. Nah itulah yang membuat orang malas berjalan kaki. Daripada jalan kaki capek, bosen mendingan naik motor trus langsung gas. Padahal jika trotoar ditata dengan rapih, ternyata asik loh jalan di trotoar! Hal inilah yang saya rasakan di Bandung. Trotoarnya lebar-lebar, sekitar 4 meter. Walaupun begitu, kita harus berbagi dengan pohon-pohon. Tapi it's okelah, toh trotoarnya lebar. Lagipula pohon di sini telah ditata menjadi sejajar (segaris) dengan pohon lainnya, jadi kita gak perlu geser kanan kiri ketika berjalan. Pohon juga merindangkan dan menyejukkan udara. Foto di atas juga mematahkan asumsi bahwa trotoar hanya untuk berjalan saja. Di Kota...

Review Kota 3 - Depok, Kota Prematur (spesial HUT ke-20)

Arsip Instagram 10-13 Mei 2019 (Spesial HUT Depok ke-20 tahun) Sejarah dan Penataan Kota Kota Depok memiliki sejarah yg berbeda dari kota seperti Bogor, Cirebon, atau Malang yg sudah ada sejak zaman kerajaan. Walaupun sudah terbentuk sejak Cornelis Chastelein, kota ini baru berkembang setelah kemerdekaan. Alhasil Depok berkembang secara liar tanpa bimbingan pemerintah serta perencana kota yg baik. Awalnya pemerintah sudah bagus dengan membuat perumahan (Depok I dan II), diikuti pengembang swasta. Namun setelah itu pemerintah seolah lepas tangan dan membiarkan masyarakat mengembangkan sendiri. Masyarakat yg tidak tau apa-apa akhirnya membangun pemukiman sekehendaknya di jalan-jalan yg sudah ada, jalan desa yg kecil. Pertumbuhan penduduk terus terjadi di tengah arus urbanisasi. Akibatnya terbentuklah kota yg berantakan. Seiring berjalan waktu, jalan desa tersebut tidak memadai untuk sebuah kota. Tapi apa daya, pelebaran dan pembuatan jalan baru sudah tidak memungkinkan karena akan...